" nama ustad " : " ust . ahmad sarwat , lc . , ma " 

" judul " : " ramadhan dan ' setan ' televisi "

" isi " : " "

" jawaban1 " : " thu 3 july 2014 06 : 00  " , "  9 . 634 views  n " , " n " , " n " , " n " , " benar yang keluh masalah ini sangat banyak . anda adalah salah satu dari juta umat islam di negeri ini yang jadi korban televisi . tepa korban buruk konten yang tayang oleh sekian stasiun televisi . sebab televisi bagai buah teknologi tentu bebas nilai . televisi baru jadi positif atau negatif gantung apa konten yang dapat di dalam . " , " sayang justru konten televisi kita ini yang sakit parah . bagai tayang kurang kualitas nyaris penuh semua lini dan jam tayang . sehingga sampai ada gera mati televisi atau malah buang televisi , saking kesal dengan parade konten sampah yang tidak manfaat . " , " kualitas konten di televisi kita di bulan ramadhan memang masih jauh dari sehat . bahkan benar cara umum baik di ramadhan atau di luar ramadhan sama saja , yaitu sama - sama tidak sehat . " , " " , " aqidah dasar stasiun televisi kita adalah tayang gosip artis . menu ini ibarat rukun iman yang enam , kalau sampai acara gosip arits tidak ada , maka gugur ' iman ' . " , " masuk bulan ramadhan , tayang gosip artis tetap jaya . dan hebat , acara ini nyaris tidak ubah konten , kecuali bawa acara pakai jilbab . isi tetap gosip yang makin gosok makin sip . " , " padahal ramadhan itu harus kita puasa juga dari berghibah dan ngomongin jelek orang , apalagi umbar ' aib orang lain . tidak biar pahala puasa kita tidak hilang dan musnah sia - sia begitu saja . " , " televisi kita memang jejal dengan agam konten lawa yang benar sama sekali tidak lucu . dan lebih sering teknis dalam bentuk umbar caci , hina , maki , bahkan leceh serta noda kepada orang lain . dan masuk bulan ramadhan , konten - konten macam itu nyata masih saja setia tampil . " , " akan - akan ada yakin dari milik stasiun televisi , bahwa bisnis mereka akan langsung bubar karena tidak ada tonton bila tampil hal - hal yang lebih santun dan moral . " , " yang jadi korban tentu saja masyarakat awam . mereka tidak punya pilih lain kecuali tonton tayang sampah yang tidak ada manfaat . " , " di bulan ramadhan yang suci dan mulia ini , yang kostum banci laknatullah juga masih tampil biasa saja di televisi . mereka tetap setia peran wanita padahal dia laki - laki atau balik . ramadhan tidak ramadhan , masih setia dan rajin langgar syariat . " , " lucu , yang nonton pun ikut tertawa - tawa olah meridhai mungkar itu sendiri . parah ada pikir bahwa kalau jadi banci pura - pura atau dar akting , hukum boleh . yang tidak boleh itu kalau jadi banci beneran . " , " padahal yang haram dalam syariat justru tampil itu sendiri . mau pura - pura atau mau beneran , asal tampil dengan tampil lawan jenis , meski hanya pada cara bicara , atau gerak - gerik , sama saja , sama - sama laknat allah . dan tentu saja jadi banci beneran , dalam arti laku operasi ganti kelamin , tentu haram dan kena laknat juga . " , " aneh , banc - banci televisi tetap jaya di bulan ramadhan , tanpa ada yang usaha lurus . malah ustadznya ikut tampil sama para banci dan biar saja . malah ikut - ikut tertawa - tawa sama pada banci televisi itu . " , " tetapi lepas dari semua jelek tayang konten televisi di bulan ramadhan , yang paling parah buat umat adalah hilang sempat untuk isi bulan ramadhan dengan tambah ibadah ganti dengan tonton acara yang tidak mendatankan baik . " , " coba lihat jam tayang , malam - malam bulan ramadhan yang harus sangat harga untuk kita khusyu tarawih , qiyamullail , tilawah dan dekat diri kepada allah , malah isi dengan hura - hura cara live alias siar langsung . " , " lucu , pada jam - jam yang harus orang khusyu ibadah itu , acara live itu tampil juga para ustadz . jelas sekali para ustadz ini pun ikut juga tidak shalat tarawih di acara itu . bukan cuma sekal , tetapi tiap malam terus tampil dalam acara hura - hura . aneh bin ajaib tetapi itu yang jadi . " , " inti , semua tayang ramadhan itu malah buat umat islam lebih khusyu ' beri ' tikaf di depan layar kaca ketimbang di masjid . umat ini jadi lebih rajin tadarus televisi ketimbang tadarus al - quran . baca quran baru dapat tengah halaman , langsung serang rasa kantung maha hebat . ajaib , begitu pegang remote televisi , semua rasa kantuk itu pun langsung hilang . " , " acara ceramah agama di bulan ramadhan memang lebih banyak tampil . tiap stasiun televisi akan lomba tampi ceramah agama , baik jelang buka atau pun saat sahur dinihari . " , " sayang , yang sungguh jadi dar tambah jam tayang dan koleksi ustadz saja . bagaimana dengan kualitas materi dan derajat ilmu yang sampai ? " , " sayang sekali masih jauh dari yang ideal . karena meski tabur dengan ustadz di bulan ramadhan , tetapi cara esensi dan kualitas materi yang sampai , rasa masih sama saja . itu juga dan tidak tambah ilmu . " , " kenapa ? " , " sebab lebih banyak lawak ketimbang ilmu . entah apa benar atau tidak , tetapi ada kesan makin lucu ustadznya makin sering tampil . kadang ustadznya lebih lucu dari lawak . " , " belum lagi kaji itu malah jejal dengan agam kuis tidak kualitas plus tent saja agam hadiah . kuis tidak alias , karena tidak kait dengan ilmu . jadi inti balik lagi , kuis dan hadiah tidak lebih dar pesan dagang dari para sponsor yang biaya acara ceramah sebut . rupa 1001 akal guna , ceramah pun tetap sisip ritual dagang . " , " alternatif yang paling mudah , jangan nyala televisi di bulan ramadhan . tidak , harus ketat dalam guna dan selektif . kalau konten tidak manfaat , kenapa harus tonton ? " , " alternatif lain , ganti channel jangan tonton tayang lokal , pindah ke siar langsung dari masjid al - haram mek atau madinah . kita lihat bagaimana semangat orang tarawih di dua masjid itu . sayang , saat tarawih sana , kita sudah lewat jam 24 dini hari . waktu istirahat harus . "
